GfM5GpMpBUGiTUMoGfWoGUW0BY==

Headline:

BIOSKOP BISIK: LAYAR FILM BANJAR INKLUSIF

KELOMPOKBERAT.COM - Apa yang terpikir pertama dikepala lo, kalo denger kata “Bioskop”? Gambar bergerak? Action? Horror? Comedy? Atau mempunyai audio yang sangat apik diruangan yang gelap? Ada hal yang bikin gua geleng kepala akhir-akhir ini soal movement perfilman yang ada di Kota Banjarmasin. Lo pada pernah bayangin gak? Orang dengan keterbatasan seperti tunarungu (Memiliki gangguan pendengaran) atau tunanetra (Memiliki gangguan penglihatan) bisa menikmati bioskop, dengernya aja aneh banget yakkk~ Cuman ini nyata loh geshhh, orang dengan keterbatasan itu bisa menikmatinya! Sini gua ajak lo pada buat tau apa itu Bioskop Bisik!

SEJARAH BISKOP BISIK

Pertama kali terjadi di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Januari 2015, dimana Fellowship of Netra Community (FENCY) memutarkan film Janji Joni buatan Joko Anwar yang dinikmati oleh kawan-kawan netra. Ada 2 tempat lagi setelahnya yaitu di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Desember 2024 yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Inklusi Kota Semarang (HiMIKS) & Komunitas Sahabat Mata dan yang terakhir yaitu di Inclusive Screening JAFF, Yogyakarta Desember 2024 yang diselenggarakan oleh Jogja Netpac Asian Film Festival.


KENAPA FSB KEPIKIRAN UNTUK NYOBA FORMAT INI LAGI?

Kemaren gua sempet ngobrol dengan orang yang bertanggung tanggung jawab atau pelaku atas terselenggaranya acara ini yaitu Edo R Rahman, FSB sebenernya udah berdiri 9 tahun untuk menontonkan film-film lokal atau jadi sebuah kanal penyimpanan film-film lokal khususnya yang ada di Kalimantan Selatan, tapi kayaknya rada kurang greget kalo kita belum bisa nyentuh orang-orang yang memiliki keterbatasan seperti tunanetra dan tunarungu, 


yang kalo dibayangin gimana ya mereka bisa menikmati film-film lokal sedangkan mereka memiliki keterbatasan dengan tagline dari FSB #filmuntuksemua. Ide sederhana cuman rada-rada gila pang ini wkwkwk.


SIAPA YANG MENJALANKAN IDE GILA INI?

Ya siapa lagi coba! Forum Sineas Banua (FSB), yang berisikan orang-orang gila yang punya ambisi buat menjakau semua golongan untuk menikmati film-film lokal tanpa pandang bulu. Mereka juga melakukan riset kecil-kecilan dan mengumpulkan referensi, salah satunya dari Unit Pelayanan Teknis Kementrian Sosial yang berlokasi di Cimahi, Jawa Barat yaitu Balai Literasi Bahasa Indonesia (BLBI) “Abiyoso” yang mengadakan fasilitas berupa Bioskop Berbisik.


KAPAN ACARANYA BERJALAN?

Acaranya sendiri sebenarnya sudah berjalan dari bulan Februari tadi sampai Juli nanti, cuman target dari FSB tiap bulan bakalan ngadain 3 film lokal di satu tempat. Jadi nantinya bakalan ada film-film lokal yang ramah akses untuk semua.


Bioskop Bisik ini sendiri sudah berjalan sebanyak vol.3, mereka pertama kali mengadakannya di Panti Fajar Harapan (Martapura), yang kedua di Wetland Square (Banjarmasin), dan yang baru-baru aja itu di Perpustakaan Kota Banjarbaru (Banjarbaru).

GIMANA COBA CARA NGEDELIVER KE KAWAN-KAWAN TUNANETRA DAN TUNARUNGU?

Nah kocaknya sih FSB ini gak kehabisan akal buat melakukan ide-ide gila gini buat mereka biar bisa menjakau kawan-kawan tunanetra dan tunarungu, mereka menggunakan 3 cara untuk menjakaunya dengan 1) Visual Reader 2) Juru Bahasa Isyarat dan 3) Teman pendamping




Nah 3 aspek itu saling mendukung untuk membuat pesannya bisa nyampe, visual reader itu fungsinya untuk gambaran film yang dijelaskan secara lisan untuk kawan-kawan tunanetra dengan audio deskripsi, terus untuk kawan-kawan tunarungu itu mendapatkan alur pemahaman melewati bahasa isyarat buat ngedeliver isi cerita dan suara yang ada didalam film, dan teman pendamping hadir untuk membantu kawan-kawan tunanetra dan tunarungu untuk mempertegas hal yang membuat mereka masih bingung agar bisa mengerti dengan lebih jelas alur ceritanya.


Sukses selalu untuk kawan-kawan Forum Sineas Banua (FSB), Buhan ikam kerennnn banarrr!


Dokumentasi: Forum Sineas Banua
Daftar Isi

0Komentar

Special Ads
Special Ads
Special Ads
Formulir
Tautan berhasil disalin