GfM5GpMpBUGiTUMoGfWoGUW0BY==

Headline:

WISATA REALIGI #1 : GEREJA KATEDRAL KUDUS

Gereja Katedral Kudus, salah satu tempat yang punya sejarah perjalanan panjang bagi penganut agama Kristen Katolik di Kota Banjarmasin


KELOMPOKBERAT.COMGereja Katedral Kudus, salah satu tempat yang punya sejarah perjalanan yang panjang, dan menjadi saksi bisu bagi para penganut agama Kristen Katolik di Kota Banjarmasin.

Gereja yang berlokasi di Jl. Lambung Mangkurat seberang kantor Pos Indonesia ini memiliki banyak penyebutan, seperti Gereja Batu dan Gereja Katedral. Gereja ini kemudian diresmikan pada 28 Juni 1931 dengan nama Paroki Katedral Keluarga Kudus.


Konon, gereja yang berdiri gagah di tengah jantung Kota Banjarmasin ini selama perjalanannya melewati dua fase yang sulit, yakni masa penjajahan Jepang dan tragedi Jum'at Kelabu.


Mulanya, Gereja Katedral berbentuk losmen kayu yang dibeli oleh seorang misionaris untuk dijadikan tempat peribadatan. Di masa lampau, peribadatan digelar sangat sederhana secara emper-emperan.



Empat tahun kemudian dimulailah pembangunan Gereja Batu dengan total biaya 29 ribu gulden pada masa itu. Gereja lama dijadikan tempat kos mahasiswa Katolik yang sekarang sudah dijual dan dijadikan Plasa Telkom.



Yang menarik adalah, ternyata lahan yang dipakai oleh Gereja Katedral dahulunya merupakan bekas aset salah satu perusahaan dagang.


Tahun 1921 lahan tersebut  berencana diserahkan ke pemerintah untuk dijadikan komplek Gubernuran. Rencana itu batal, karena gangguan bau tak sedap dari buruknya sanitasi rumah penjara tua diseberangnya (kini menjadi Kantor Pos Indonesia).


Misa pertama di Gereja Katedral digelar pada 19 April 1936. Peresmian dihadiri tamu dari Komandan KNIL (tentara Hindia Belanda), wakil Residen, dan Sarekat Islam.


Namun, tak sampai satu dekade, kedamaian di gereja terganggu. Selama masa penjajahan Jepang dari tahun 1942 - 1945, gereja disulap menjadi gedung pengadilan. 


Masa kritis kedua ada pada tragedi Jum’at Kelabu yang terjadi pada tahun 1997. Orang-orang tak dikenal melakukan aksi provokasi dan mencoba untuk membakar Gereja Katedral.     Untungnya, aksi perusakan tersebut gagal.

Hingga saat ini, desain arsitektur asli Gereja Katedral masih dipertahankan termasuk menara jam setinggi 17 meter, terkecuali atapnya yang sudah diganti. Sejak tahun 2011, Gereja Katedral ditetapkan sebagai cagar budaya bersama Masjid Sultan Suriansyah di Kampung Kuin.




________________________________
Author         : Daniel Tampubolon
Editor : Hikmah
Photo By : KITLV 175911  & Geral Dino
Daftar Isi

0Komentar

Special Ads
Special Ads
Special Ads
Formulir
Tautan berhasil disalin